|5| ~ Komunisme

April 11, 2012

ImageRevolusi komunis Rusia, akhir perang Dunia pertama (1917), adalah salah satu patok (babakan sejarah) maha penting dalam sejarah dunia, terutama mengenai perkembangan komunisme Internasional. Segera setelah selesai Perang Dunia I (1919), agen-agen komunis internasional, dengan pimpinan langsung dari Rusia-Internasionale III–menyebar dan menyelusup ke hampir setiap negara di seluruh dunia, termasuk ke Indonesia.

Dalam penyebaran dan perkembangan komunisme di Indonesia antara lain perlu dicatat nama beberapa orang Belanda, seperti: Baars dan Sneevliet.[13] Di antara murid-muridnya yang amat setia adalah: Sama’un, Darsono, Marco (Kartodikromo), Alimin, Muso, Aliarham, Tan Malaka dan lain-lain lagi.

Dengan cara menyusupkan komunisme ke dalam jiwa para pemimpin Sarekat Islam pada waktu itu, maka dengan segera perhimpunan tersebut terbelah menjadi dua aliran yang bertentangan satu dengan yang lainnya, sebagai musuh yang tak kenal damai.

Keputusan membuat Partai-Disiplin dalam kongres SI tahun 1921, telah memisahkan dua aliran dan anasir itu, sehingga masing-masing berdiri sendiri dengan bentuk partai politik SI Putih menjadi PSI HT (akhirnya: PSII) dan SI Merah sebagai tempat “aliran merah” di dalam Partai Komunis Indonesia (PKI).

Sikap pemerintah jajahan pada waktu itu adalah “melihat dan menanti”, sedangkan dalam prakteknya menerapkan politik “adudomba” (divede et impera) antara PSII dan PKI dengan diselingi tindakan yang secara “tidak langsung” (indirect): memukul kedua belah pihak. Yaitu dengan membentuk gerombolan dan perkumpulan pengacau, tukang pukul dan tukang tinju yang terhimpun dalam gerombolan Sarekat Hijo, Daf’ ul-Sial, al-Hasanah al-Khairiyah dan lain-lain (di masa belakangan juga muncul gerembolan Cap Jangkar), sebagai alat atau media pengacau yang dibiayai dan dipimpin langsung atau tidak langsung oleh pemerintah jajahan Belanda.

Semangat komunis muda yang berkobar-kobar waktu itu yang berpusat di Semarang, dengan kiblat Moskow, dan dengan petunjuk langsung dari agen-agen Lenin, bertujuan untuk dengan segera dan secepatnya merampas kekuasaan dari tangan pemerintah jajahan Hindia-Belanda.

Peristiwa ini terjadi pada akhir tahun 1926, dan terkenal dengan nama: Pemberontakan Komunis. Dalam tarikh tercatat sebagai kudeta Komunis yang pertama.

Peristiwa itu sebenarnya terjadi karena provokasi (paksaan yang halus) dari pihak pemerintah jajahan Belanda, beserta agen-agen provokatornya, yang sudah agak lama sebelumnya sengaja diselundupkan ke dalam tubuh pergerakan komunisme Indonesia. Dengan peristiwa tersebut, maka pihak pemerintahan jajahan mempunyai “alasan yang cukup kuat dan sah” untuk membasmi dan membinasakan komunisme di Indonesia.

Beribu-ribu orang, laki-laki perempuan, tua dan muda menjadi korban perjuangan komunisme, dan ada yang dibuang (diasingkan) ke Boven-Digoel. Diantara pemimpin yang ikut dibuang ialah Marco, yang beberapa tahun kemudian meninggal di tanah pengasingan itu.

Adapun pemimpin-pemimpin lainnya, mereka cepat-cepat meninggalkan Indonesia, pergi ke luar negeri, menuju Moskow. Di antara mereka ada yang mendapat “angin baik” hingga bisa sampai di ibu kota komunis itu, sedang sebagian besar lainnya terdampar di tengah jalan (Singapura, Bangkok, Rangoon, Shanghai, dan negara lainnya). Di antara mereka yang melarikan diri itu adalah Tan Malaka, Alimin, Muso, Sama’un, Darsono, dan Subakat.

Kesetiaan mereka kepada organisasi PKI dan induk organisasinya (di Rusia), nyata sekali dan terang benderang di kala mulai berkobar revolusi nasional di Indonesia (1945), terutama setelah revolusi tersebut agak reda. Mereka pulang kembali ke pangkalan semula, kecuali beberapa orang, dan tentunya dengan tugas khusus dari induk-organisasinya.

Sejak waktu itu, hingga berakhirnya pemerintah jajahan Belanda (awal 1942), tidak tampak tanda-tanda, bahwa komunis di Indonesia akan hidup dan bangkit kembali, seakan-akan pingsan kena pukulan yang amat hebat.[14]

_________________________________

13. Sejarah Nasional Indonesia V, hal. 203.

14. Manifest Politik Negara Islam Indonesia nomor V/7 oleh I.Huda KUKT dapat dilihat dalam karangan Al Chaidar. Pemikiran Politik Proklamator Negara Islam Indonesia, Darul-Falah, Jakarta, 1999.

 

:: INDONESIA: BANGSA, DAN IDEOLOGI… part 5

sumber: http://maramediapublishing.wordpress.com/2010/03/30/indonesia-bangsa-dan-ideologi/

____________________________________________________________
:: INDONESIA: BANGSA, DAN IDEOLOGI part 1 sampai 11
Selamat menikmati…………..

1~ Terminologi Indonesia
2~ Nasionalisme, Islamisme dan Komunisme
3~ Nasionalisme
4~ Islamisme
5~ Komunisme
6~ Tiga Negara di Republik Indonesia
7~ Republik Sovyet (Komunis) Indonesia
8~ Negara Islam Indonesia (NII)
9~ Republik Indonesia Serikat (RIS)
10~ Penerus Revolusi 1945
11~ 13 Tahun Perang Saudara

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: