|8| ~ Negara Islam Indonesia (NII)

April 11, 2012

Image7 Agustus 1949

Berawal dari Komperensi Cisayong, 7-10 Februari 1948 di kampung Pamedusan, Desa Calicing, Kec. Cisayong, Tasikmalaya. Komperensi dihadiri oleh wakil-wakil KPK-PSII Jawa-Barat, Masyumi Jawa-Barat, GPII Priangan, Hizbullah-Muhammadiyah, Sabilillah Priangan, Majlis Perjuangan Oemat Islam (MPOI), Alim-Ulama: Kiyai Ghozali Tusi, Banten, yang tinggal di Jakarta dan Sayed Umar Bin Yasir, Garut dan juga wakil-wakil rakyat.

Sebab-sebab yang dapat dijadikan pendorong adanya komperensi ini antara lain:

1. Menentukan kedudukan (status) Muslim yang gugur dalam peperangan mempertahankan kemerdekaan.

2. Mempertahankan daerah Jawa-Barat daripada menjadi “tanah jajahan” kembali, setelah ditinggalkan tentara Republik ke Jogyakarta (akibat Perjanjian Renville).

3. Mereka menganggap perjuangan revolusi nasional telah gagal, dan ummat Islam (Jawa-Barat) perlu menentukan nasib sendiri.

Komperensi Cisayong mengeluarkan keputusan sbb:

1. Membekukan Masyumi Jawa-Barat.

2. Menetapkan Majlis Islam (MI) sebagai dasar perjuangan Muslim.[20]

3. Melantik S. M. Kartosuwiryo sebagai Ketua Majlis Islam (MI).[21]

4. Membentuk Tentara Islam Indonesia (TII) dari pasukan Hizbullah, Sabilillah dan lainnya dibawah komando Oni Qital.

Pembentukan Majlis Islam ini sebagai tanda berdirinya suatu ummat “baru”, yaitu Ummat Islam Bangsa Indonesia yang jelas pimpinannya.

Beberapa hari sejak terbentuknya MI terjadilah pertempuran pertama, antara TII dengan Belanda di sekitar Gunung Cupu, Ciamis pada 17 Februari 1948. Hari tersebut diperingati dilingkungan NII sebagai “Hari Angkat Senjata” melawan penjajahan. Hari dimulainya pelaksanaan tugas suci, Jihad Fi Sabilillah.22 Hari bermulanya api Revolusi Islam sebagai lanjutan dari revolusi nasional.

Pada 7 Agustus 1949 diproklamasikan berdirinya Negara Islam Indonesia di daerah Tasikmalaya, daerah yang menurut demarkasi H. J. Van Mook sebagai daerah jajahan Belanda, akan tetapi telah mulai dikuasai oleh Majlis Islam (MI)/TII.

Untuk lebih jelasnya, bisa kita lihat dari teks proklamasi NII[23] dan penjelasan di bawah ini:

Proklamasi

Berdirinya

NEGARA ISLAM INDONESIA

Bismillarrahmanirrahim

Dengan Nama Allah Yang Maha Murah

Dan Yang Maha Asih.

Asyhadu alla ilaha illa Allah wa Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah

Kami Ummat Islam Bangsa Indonesia

Menyatakan

Berdirinya

NEGARA ISLAM INDONESIA

Maka hukum yang berlaku atas Negara Islam Indonesia itu

ialah

HUKUM ISLAM

Allahu Akbar   Allahu Akbar   Allahu Akbar

Atas nama Ummat Islam Bangsa Indonesia

SM. Katosuwiryo

Madinah-Indonesia. 12 Syawal 1368/ 7 Agustus 1949

Berikutnya adalah penjelasan dari teks proklamasi tersebut, yaitu berupa:

Penjelasan Singkat:

1. Alhamdulillah, maka Allah telah berkenan mencurahkan kurnia-Nya yang maha-besar, atas Ummat Islam Bangsa Indonesia, ialah: NEGARA KURNIA ALLAH, yang meliputi SELURUH INDONESIA.

2. Negara Kurnia Allah itu adalah “NEGARA ISLAM INDONESIA, atau dengan kata-kata lain. “AD-DAULAT-UL-ISLAMIYAH”. Atau “DARUL-ISLAM” atau dengan singkatan yang sering dipakai orang “D.I.” (ditulis dan dikatakan “dé – ie”. Selanjutnya, hanya dipakai satu istilah resmi, ya’ni: NEGARA ISLAM INDONESIA.

3. Sejak bulan September 1945, pada ketika turunnya Belanda ke/di Indonesia, khusus ke/di Pulau Jawa, atau sebulan kemudian daripada Proklamasi berdirinya “Negara Republik Indonesia”, maka Revolusi Nasional yang mulai menyala pada tanggal 17 Agustus 1945 itu, merupakan “PERANG”, sehingga SEJAK MASA ITU SELURUH INDONESIA DIDALAM KEADAAN PERANG.

4. NEGARA ISLAM INDONESIA tumbuh dimasa perang, ditengah-tengah Revolusi Nasional, yang pada akhir kemudiannya, setelah Naskah Renville dan Ummat Islam Bangsa Indonesia bangun serta berbangkit melawan keganasan penjajahan dan perbudakan yang dilakukan oleh Belanda, beralih sifat dan wujudnya, menjadilah Revolusi Islam, atau Perang Suci.

5. INSYA ALLAH, Perang Suci atau Revolusi Islam itu akan berjalan terus, sehingga:

  1. Negara Islam Indonesia berdiri dengan sentausa dan tegak-teguhnya, keluar dan kedalam, 100% de facto dan de jure, diseluruh Indonesia
  2. Lenyapnya segala macam penjajahan dan perbudakan;
  3. Terusirnya segala musuh Allah, musuh Agama dan musuh Negara Islam Indonesia.
  4. Hukum-hukum Islam berlaku dengan sempurnanya diseluruh Negara Islam Indonesia.

6. Selama itu, Negara Islam Indonesia merupakan: NEGARA ISLAM DIMASA PERANG atau DARUL-ISLAM FI WAQTIL-HARBI.

7. Maka segala hukum yang berlaku dalam masa itu, didalam lingkungan Negara Islam Indonesia, ialah: HUKUM ISLAM DIMASA PERANG.

8. Pada dewasa ini perjuangan Kemerdekaan Nasional, yang diusahakan selama hampir bulat 4 (empat) tahun itu, kandaslah sudah.

9. Proklamasi ini disiarkan keseluruh dunia, karena Ummat Islam Bangsa Indonesia berpendapat dan berkeyakinan, bahwa kini sudah tiba saatnya melakukan WAJIB SUCI yang serupa itu, bagi menjaga keselamatan Negara Islam Indonesia dan segenap rakyatnya, serta bagi memelihara kesucian Agama, terutama sekali bagi: MENDZAHIR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: