KONSTITUSI dan Pengkhianatan >> waiman cakrabuana

Agustus 29, 2012

Image

Proklamasi tanggal 17 Agustus 1945 mengandung pengkhianatan dengan tidak dibacakannya teks resmi Proklamasi (PIAGAM JAKARTA) yang sudah dirumuskan oleh BPUPKI dan ditandatangani oleh 9 orang dari kalangan Nasionalis sekuler dan nasionalis Islami. Proklamasi yang dibacakan Soekarno adalah hasil rumusan Soekarno, Hatta dan Mr Sjahrir dalam rapat tidak resmi dan tergesa gesa.

Bagi umat Islam, ini adalah kerugian TERBESAR, sebab seandainya teks Proklamsi yang resmi yang dibacakan maka:

  1. Indonesia menjadi negara berdasar Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan SYARI’AT ISLAM bagi pemeluk pemeluknya
  2. Proklamasi kemerdekaan Bangsa ini ditandatangani oleh dua kekuatan besar bangsa Indonesia yaitu kaum nasionalis islami dan nasionalis sekuler

Alhasil,  Syari’at Islam tidak tertera dalam dokumen “merdekanya” bangsa Indonesia.

———-

Sehari setelah Proklamasi, dengan cara yang licik, kaum nasionalis mencoret 7 kata dalam PIAGAM JAKARTA. Dalam Piagam Jakarta tertera Negara berdasar Ketuhanan, dengan menjalankan syari’at Islam bagi pemeluk pemeluknya. Sidang Kilat PPKI mencoret 7 kata tersebut dan menggantinya dengan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Pencoretan 7 Kata tersebut berimplikasi langsung hilangnya syari’at Islam dari DASAR NEGARA.  Alhasil Syari’at Islam tidak menjadi DASAR NEGARA.

Sekulerisasi Negara oleh kaum nasionalis sekuler berhasil dengan gemilang karena Syari’at Islam hilang baik dari PROKLAMASI maupun DASAR NEGARA.

———

Tidak berhenti sampai disana. Kaum Nasionalis sekuler dengan jalan licik berbau pengkhianatan juga mencoret ISLAM dan Syari’at Islam dari Konstitusi Negara.

Pembukaan UUD 45 yang awalnya adalah PIAGAM JAKARTA, diubah secara muslihat dengan menghilangkan 7 kata dari Piagam Jakarta.

Dalam sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945, Usulan M Hatta  bukan hanya mencoret 7 kata yang mengandung SYARI’AT ISLAM saja, tetapi juga mengusulkan: Perubahan nama Mukadimah dalam UUD menjadi preambule, dan Perubahan Pasal 6 ayat 1: “Presiden ialah orang Indonesia Asli dan beragama Islam”… kata kata beragama Islam dicoret dan Pasal 29 kata :”Negara berdasar Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan Syari’at Islam bagi pemeluk pemeluknya” juga dicoret dan diganti dengan : “Negara berdasar Ketuhanan Yang Maha Esa”

——

Jadilah negara ini disekulerkan dengan licik oleh kaum nasionalis sekuler. Negara dinetralisir dari Islam dan Syrai’at Islam. Islam dan Syari’at Islam dihapus dari PROKLAMASI, DASAR NEGARA, PEMBUKAAN UUD dan Batang tubuh UUD.

———

Semoga menjadi pelajaran

Wassalaam

 

~ Waiman cakrabuana ~

TULISAN TERKAIT:

1- PROKLAMASI & Pengkhianatan  >> waiman cakrabuana

2- DASAR NEGARA & Pengkhianatan >> waiman cakrabuana

3. PELOPOR KEMERDEKAAN >> waiman cakrabuana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: