Qurban; “Pengorbanan” demi keyakinan, kecintaan, cita cita dan perjuangan >> waiman cakrabuana

Oktober 3, 2012

Bismillahirrahmanirrahim

Refleksi Historis; Qurban zaman nabi Ibrahim

Nabi Ibrahim sudah tua, istrinyapun Sarah, juga sudah tua, tetapi beliau tidak pernah bosan memohon diberi anak (keturunan) yang shalih (QS 37/100). Ibrahim kemudian dihadiahi seorang hamba sahaya perempuan (bernama Hajar), yang kemudian dinikahinya.

Di usia ke 86 tahun, Ibrahim diberi kabar gembira yaitu,  “Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar.” (QS 37/101). Lahirlah seorang anak dari perut ibunda Hajar yang diberi nama Isma’il. Kegembiraan dan rasa syukur tentu memenuhi dada Ibrahim. Keturunan (anak) yang di dambakan bertahun tahun kini lahir di usianya yang sudah senja.

Bersamaan dengan itu, Ibrahim telah memancangkan niat (target) untuk menjadikan negri Makkah sebagai negri yang aman.

وإذ قال إبراهيم رب اجعل هذا البلد آمنا واجنبني وبني أن نعبد الأصنام

رب إنهن أضللن كثيرا من الناس فمن تبعني فإنه مني ومن عصاني فإنك غفور رحيم

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.

Ya Tuhan-ku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia, maka barang siapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku, dan barang siapa yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Ibrahim (14) ayat 35-36)

Tentu saja, Ibrahim perlu menempatkan ‘kader terbaiknya’ di Makkah, sementara Ibrahim AS berjuang di kan’an (palestina). Jarak antara Palestina dan makkah bukanlah jarak yang dekat, dan rute perjalanan yang mudah ditempuh. Apalagi Makkah (pada saat) itu masih merupakan “Lembah yang Tandus”, lembah yang kering, sampai sampai tanah makkah (saat itu) tidak sanggup menumbuhkan satu batang rumputpun. Betul betul, kader yang ditempatkan di tanah Makkah haruslah kader terbaik yang TANGGUH, AKTIF, KREATIF selain tentu saja memiliki KEYAKINAN YANG MANTAP.

Rupanya pilihan “Kader Terbaiknya” saat itu jatuh kepada Siti hajar yang baru saja melahirkan Islamil. Siti Hajar, tentu masih lemah secara fisik, begitupun anaknya  yang masih bayi. Disinilah; keyakinan, kecintaan, cita cita dan perjuangan perlu dibuktikan dengan pengorbanan. Ibrahim sebagai suami yang mencintai istrinya harus berkorban begitupun siti Hajar yang masih lemah selepas persalinan juga perlu berkorban.

Ibrahim menempatkan Siti hajar sebagai kader terbaik saat itu, dan memempatkan Ismail sebagai calon kader dimasa datang, di lembah tandus yang saat itu masih bernama BAKKAH (Lembah tangisan) (QS 14/37).

Dalam Qashoshil Anbiya dikisahkan:

Ibrahim membawa Siti hajar dan Ismail ke Lembah tangisan (Bakkah), kemudian meninggalkannya disana. Tentu saja Siti hajar Khawatir ditinggal suami tercintanya begitu saja. Siti hajar berteriak teriak memanggil dan mempertanyakan kepada Ibrahim: “Hai Ibrahim, kenapa kami ditinggal disini?”. Teriakan terjadi terus menerus tanpa berbalas jawaban dari Ibrahim, sementara itu Ibrahim-pun terus melangkah menjauh dari lembah tangisan tersebut.

Siti Hajar akhirnya sadar, bahwa Ibrahim adalah Rasulullah dan sekaligus pemimpin umat islam saat itu, pasti ini adalah program bagi dirinya. maka Siti hajar kembali berteriak dengan redaksi yang kini berubah: “Hai Ibrahim!, apakah ini perintah Allah ?”.

Tentu saja teriakan Siti hajar kali ini sangat menggembirakan Ibrahim, rupanya betul, Siti Hajar bukan sekedar istrinya, tetapi ia adalah kader terbaik zaman itu. Siti Hajar begitu cepat mengerti dan menangkap isyarat pemimpinnya. Ibrahim menjawab dengan singkat sambil menoleh ke arah siti Hajar : “Ya betul, ini adalah program Allah”.

Saat itu juga, kecemasan , kehawatiran dan rasa was was hilang dari sukma siti Hajar, berganti keyakinan tanpa ragu, ia berkata: “Kalau begitu, pasti Allah tidak akan menyia-nyiakan saya”. Siti hajar khawatir ditinggal suaminya di “lembah tangisan” yang kering tak ada air sementara ia sendiri masih lemah. Perbekalan yang dibawa juga sangat minim, mungkin tidak akan cukup dipakai seminggu. Tetapi kehawatiran itu serta merta hilang tanpa sisa, saat ia tahu ini adalah perintah Allah, ini adalah program Islam. Karena keyakinannya dengan mantap menuntun “Pasti Allah tidak akan menyia-nyiakan dirinya”… subhanallah.

tidak berselang lama dari peristiwa yang mengharukan tersebut, Siti Hajar berikhtiyar mencari air. Ia berlari kecil antara bukit shofa dan marwah sampai tujuh balikan. Tetapi air tetap saja tidak ditemukan dilembah tangisan yang kering itu. Ikhtiyar untuk memenuhi kebutuhan hidup memang tidak bisa dinafikan. Ismail yang masih bayi tentu belum mengerti, ia menangis – menagih haknya untuk disusui. Saat itulah siti Hajar menghentakan kakinya ke bumi dengan penuh keyakinan dan harapan kepada Allah Ta’ala, sehingga keluarlah air , dengan ijin Allah. Dan akhirnya air itu sedikit demi sedikit berkumpul dan membentuk sumur air abadi yang dikenal dengan sumur sir zamzam. Sumur air zamzam menjadi oase di tengah lembah tandus, dan pada gilirannya menjadi daya tarik manusia untuk berhimpun di lembah tandus tersebut.

waktu berjalan pasti tak pernah berhenti. ismail tumbuh dan berkembang dibawah asuhan siti Hajar. Kini ia sudah menjadi remaja / pemuda yang shalih. Ismail menjadi pemimpin di bakkah (makkah).

Saat itulah, Ibrahim dari Palestina datang ke bakkah (Makkah) mengunjungi keluarganya, melihat hasil Dakwah dan perjuangan yang dirintis Siti hajar dan kini dipimpin Ismail.

Tidak berselang lama setelah perjumpaan dengan keluarga dan kekaguman Ibrahim melihat dua kader terbaiknya berhasil membangun Makkah menjadi “Baladan Aminan”, beliau mendapat ujian nyata. Ujian tersebut adalah perintah Allah untuk ‘menyembelih anaknya’.  Terjadilah dialog yang indah sepanjang sejarah kemanusiaan. Dialog manusia yang siap berkorban demi keyakinan, kecintaan, cita cita dan perjuangan. Dialog ini diabadikan oleh Allah dalam Al-Qur’an.

فلما بلغ معه السعي قال يا بني إني أرى في المنام أني أذبحك فانظر ماذا ترى قال يا أبت افعل ما تؤمر ستجدني إن شاء الله من الصابرين

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. (QS Ash-Shaffat (37) ayat 102)

Dalam Qashashul Anbiya di ceritakan bahwa Siti hajar digoda oleh Iblis mengenai rencana Ibrahim menyembelih anaknya. Iblis menyentuh perasaan Siti hajar sebagai ibu bagi isma’il dan istri dari Ibrahim. Sungguh tindakan diluar logika jika harus menyembelih anaknya sendiri, diluar rasa kemanusiaan sebagai bapak tega menyembelih anaknya sendiri setelah lama membiarkannya, dan juga Ibu macam apa siti hajar ini jika mengetahui anaknya yang dengan susah payah di asuh kini harus disembelih bapaknya sendiri. Tetapi godaaan Iblis tidak mempan, malah Siti Hajar melempari Iblis dngan batu batu kerikil. kemudian kelak peristiwa ini diabadikan dalam ritual haji ( lempar jumrah).

فلما أسلما وتله للجبين

“Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis (nya), (nyatalah kesabaran keduanya).” (QS QS Ash-Shaffat (37) ayat 103)

Tatkala keduanya (Ibrahim dan ismail) nampak pengorbanannya untuk Taat Kepada Allah, karena tidak ada pengorbanan kecuali dalam ketaatan kepada Allah Ta’ala. Dan Tak ada Ketaatan tanpa didasari Kesabaran. Allah segera memanggil Ibrahim (QS 37/104).  Allah Ta’ala telah selesai menguji Ibrahim dan Isma’il, agar mau berkorban dengan kesabaran, dan Ibrahim lulus dalam ujian ini maka Allah nyatakan kepada Ibrahim : “sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu”, sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS QS Ash-Shaffat (37) ayat 105).  “Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.” (QS QS Ash-Shaffat (37) ayat 106).

pada akhirnya, Allah ganti sembelihan sebagai pengorbanan Ibrahim itu dengan sembelihan yang Besar, sebagaimana difirmankan : “Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (QS 37/107). Peristiwa besar tersebut diabadikan Allah dalam syari’at Qurban hingga kini dengan sembelihan yang besar, baik Unta, sapi atau domba. firman Allah Ta’ala: “Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,” (QS 37/108)

Qurban: Mendekat untuk taat

Melihat sejarah Qurban dari Nabi Ibrahim ini (juga kisah Qurban Zaman Nabi Adam), maka ada beberapa hikmah yang bisa kita ambil:

1. Ber-Qurban itu saat ini adalah dengan hewan yang besar (Unta, Sapi dan Domba)

2. Ibadah Qurban ini harus mengingatkan kita akan wajibnya mengorbankan harta maupun jiwa sebagai pembuktian kecintaan, keyakinan , cita cita dan perjuangan. Tidak boleh hanya berhenti dalam penyembelihan hewan qurban saja. Penyembelihan hewan Qurban pada waktunya, adalah moment untuk mengingatkan dan menguatkan WAJIBNYA BERKORBAN Lillah (karena Allah), Li Tho’atillah (untuk mentaati Allah), dan Lisyari’atillah (dengan cara mengikuti aturan Allah)

3. Prinsip Prinsip Berkurban:

1~ Tidak ada Pengorbanan kecuali dalam ketaatan (ketaqwaan), berkorban diluar menjalankan ketaaatan adalah konyol (5/27)

2~ Tidak mungkin Taat tanpa dibarengi dengan kesabaran, mentaati Allah dan rasul-nya tanpa dibarengi dengan kesabaran akan menyebabkan kegagalan, gagal taat, gagal menjalankan wajib suci. (37/102)

3~ Tidak ada Kesabaran kecuali dalam kedisplinan menjalankan tugas hidup.  (3/200). Kesabaran hanya berlaku dalam fungsi dan peran risalah.  Apa fungsi dan Peran kita dalam Sabilillah ini?, disiplinlah, dan bersabarlah dalam menjalankan fungsi dan peran tersebut. Sungguh kesabaran dalam menjalankan fungsi dan peran diluar visi, misi dan lembaga risalah ini adalah kekonyolan yang menghancurkan.

4. Tidak mungkin bisa disiplin tanpa keikhlashan. Ikhlash adalah bebrbuat bertindak beramal tanpa embel embel,  hanya satu saja harapannya: Allah meridhainya, Allah membalasnya. (10/72)

oOo

semoga bermanfaat

waiman cakrabuana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: