oO- HAKIKAT HIJRAH {1} >> waiman cakrabuana

November 19, 2012

HAKIKAT HIJRAH

Hakikat Hijrah terletak pada perintah Allah SWT untuk menjauhi “Ar-Rujz” (kekotoran), baik kekotoran idiologi, hukum, budaya, pergaulan, akhlaq dan teritorial. Firman Allah Ta’ala:

والرجز فاهجر

“dan perbuatan dosa (menyembah berhala) tinggalkanlah,” (QS Al-Mudatsir (74/5))

Ar-Rujz adalah najis atau dosa yang akan menyebabkan adzab dari Allah ta’ala (QS 7/134-135).

Rasulullah SAW bersabda:

” المسلم من سلم المسلمون من لسانه ويده والمهاجر من هجر مانهى الله عنه “

“Orang Islam adalah apabila kaum muslimin selamat dari lisan dan tangannya, dan orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa-apa yang dilarang oleh Allah kepadanya” (HSR Bukhari)

Jadi bukan hanya pindah tempat saja dari Daarul kuffar (harby) menuju Daarul Islam, tetapi Pindah idiologi, pindah hukum, pindah budaya dan pindah akhlaq juga disebut Hijrah; selama menjauh / berpindah dari Ar-Rujz (kekotoran) menuju kesucian;  atau berpindah dari yang dilarang Allah menuju yang diperintahkan Allah.

Sebagai contoh: kaum Anshar, mereka tidak pintah secara teritorial (tempat), tetapi tetap BERHIJRAH. Karena mereka berpindah menjauh dari kemusyrikan menuju Tauhid, dari Akhlaq yang jelek menuju akhlaq yang baik, dari hukum Jahiliyyah menuju hukum Islam dll.

PEMBAGIAN HIJRAH

Hijrah itu terbagi dua:

  1. HIJRAH MAKANI (Hijrah phisik Teritorial), yaitu berpindah menjauh dari Daarul kuffar (negri Kafir) menuju Daarul Islam (negri Islam).
  2. HIJRAH MA’ANI (Hijrah non phisik teritorial), yaitu berpindah menjauh dari Aqidah, akhlaq, hukum dan kepemimpinan Jahiliyyah menuju dari Aqidah, akhlaq, hukum dan kepemimpinan Islam.

Kewajiban Hijrah phisik Teritorial sangat dipengaruhi oleh kondisi, kewajibannya bisa berubah sesuai kondisi yang mempengaruhinya (lihat bahasan sebelumnya dalam Seputar Hukum Hijrah {2} dan Seputar Hukum Hijrah {1}).

Sementara Hijrah non phisik teritorial tidak dipengaruhi oleh kondisi apapun. Kewajibannya Azimah (tetap) sampai kapanpun, hal ini pernah disabdakan oleh Rasulullah SAW:

لا تنقطع الهجرة حتى تنقطع التوبة ولا تنقطع التوبة حتى تطلع الشمس من مغربها

“Hijrah tidak akan terputus sampai terputusnya taubat, dan taubat tidak akan terputus sehingga matahari terbit dari arah barat.” (H.R. Abu Dawud)******

Tulisan ini bersambung … insyaAllah

oOo

wassalaam

semoga bermanfaat

waiman cakrabuana

Tulisan sebelumnya:

1- PENGERTIAN HIJRAH

2- SEPUTAR HUKUM HIJRAH {1}

3- SEPUTAR HUKUM HIJRAH {2}

Satu Tanggapan to “oO- HAKIKAT HIJRAH {1} >> waiman cakrabuana”


  1. […] oO- HAKIKAT HIJRAH {1} >> waiman cakrabuana […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: