Oo- SEPUTAR HUKUM HIJRAH {2} >> waiman cakrabuana

November 19, 2012

Kewajiban Hijrah dari Daarul Kuffar (negri yang kafir) ke Daarul islam (negri islam) memiliki syarat – syarat sebagai berikut (QS 4/97-100):

  1. Ada Tempat Hijrah-nya yaitu Daarul islam
  2. Teraniaya (atau khawatir teraniaya) di negri kuffar hingga tidak mampu menunaikan kewajiban kewajiban agama dengan sempurna
  3. Ada kemampuan untuk Hijrah

Atau karena dimobilisasi oleh pemimpin (imam) kaum muslimin berdasar kewajiban umum untuk taat kepada pemimpin (QS 4/59).

ADA BEBERAPA PERINCIAN UNTUK HUKUM SEPUTAR HIJRAH.

Hijrah dari Daarul Kuffar kepada Daarul islam menjadi tidak wajib jika:

1. Belum Ada Daarul Islam-nya. Seperti ketika kondisi nabi Muhammad di Makkah selama 13 tahun. Mau Hijrah kemana?. Justru kewajibannya adalah menyiapkan tempat Hijrah (Madinah) dan kaum Ansharnya. Setelah ada tempat Hijrah (Madinah) maka barulah kewajiban Hijrah berlaku, lihat QS 8/26. Jadi walaupun teraniaya disuatu negri tetapi tempat hijrahnya belum ada bukan kewajiban HIJRAH, tetapi kewajibannya adalah menyiapkan tempat Hijrah (Madinah)

2. Jika ia teraniaya di suatu negri hingga tidak bisa menjalankan kewajiban agama dengan sempurna, dan tempat HIJRAH sudah ada, tetapi tidak ada kemampuan untuk pergi ke Daarul Islam, maka kewajiban Hijrah menuju Daarul Islam menjadi gugur. Hal ini diisyaratkan didalam QS 4/98-99.

3. Jika diperintah oleh pemimpin (imam) kaum muslimin untuk memata-matai aktifitas daarul Kuffar dan atau misi lainnya, maka kewajiban hijrah menjadi gugur, justru ia wajib tetap di Daarul kuffar dan melaksanakan misi dari Pimpinannya. seperti perintah Rasulullah kepada Abbas bin Abdul Muthalib, yang diperintah untuk tetap di makkah dan tidak Hijrah ke madinah.

4. Demi sebuah strategi perjuangan, masih ada harapan dan mampu berdakwah dan berjihad di Daarul kuffar, maka kewajiban Hijrah menuju Daarul islam menjadi gugur, bahkan wajib tetap berdakwah disana. Seperti perintah Allah Ta’ala kepada Musa yang justru harus masuk ke Daarul kuffar “Mesir”. Mesir saat itu adalah kerajaan kafir yang dipimpin Fir’aun. Musa diperintah untuk menghadapi Fir’aun dan mendakwahinya (QS 20/24-28)

Imam Ibnu Qudamah dalam al-Mughni :

Jika penduduk Muslim masih mampu memperkuat jihad, memobilisasi kaum Muslim, membantu mereka, dan jika ia masih mungkin melenyapkan kekuatan dan persekutuan kaum kafir, serta membinasakan panji-panji kemungkaran, maka mereka tidak wajib berhijrah, karena mereka masih sanggup menegakkan kewajiban agamanya, meskipun tanpa berhijrah ke Dâr al-Islâm.

hadis dari Nu’aim an-Naham:Ia hendak hijrah ke Madinah. Lalu kaumnya, Bani ‘Adi, mendatangi dirinya dan berkata, “Tetap tinggallah Anda di negeri kami dan Anda tetap di atas agama Anda. Kami akan melindungi Anda dari orang-orang yang hendak menyakiti Anda…” Ia pun mengurungkan diri untuk berhijrah beberapa waktu lamanya.

Setelah itu beliau berhijrah. Nabi saw. berkata kepadanya, “Perlakuan kaummu terhadap dirimu lebih baik dibandingkan perlakuan kaumku kepadaku. Kaumku telah mengusirku dan hendak membunuhku, sedangkan kaummu menjaga dan melindungimu.” (Imam Ibnu Qudamah, Al-Mughni, X/515).

5. Jika sudah tercapai kemenangan Islam (FUTUH ISLAM). Seperti pada tahun 10 Hijrah, pada masa Rasulullah SAW . Pada saat itu Rasulullah SAW dan para Sahabatnya telah mampu menaklukan Makkah, hingga Mekkah menjadi Daarul islam, maka penduduk didalam Daarul islam tersebut tidak wajib hijrah.

Rasulullah SAW bersabda:

لاَ هِجْرَةَ بَعْدَ الْفَتْحِ وَلَكِنْ جِهَادٌ وَنِيَّةٌ وَإِذَا اسْتُنْفِرْتُمْ فَانْفِرُوا

“Tidak ada Hijrah setelah Futuh (penaklukan kota Makkah),akan tetapi jihad dan niat, dan jika kalian diminta untuk pergi berjihad maka pergilah“ (Muttafaq Alaih dari Aisyah).****************

Tulisan ini (Insya Allah) bersambung kepada HAKIKAT HIJRAH……….

-oOo-
Wassalaam

Semoga bermanfaat,
Waiman cakrabuana

Tulisan sebelumnya:

1- PENGERTIAN HIJRAH

2- SEPUTAR HUKUM HIJRAH 1

2 Tanggapan to “Oo- SEPUTAR HUKUM HIJRAH {2} >> waiman cakrabuana”


  1. […] Oo- SEPUTAR HUKUM HIJRAH {2} >> waiman cakrabuana […]


  2. […] Oo- SEPUTAR HUKUM HIJRAH {2} >> waiman cakrabuana […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: